Dengan diumumkannya pengunduran update Service Pack 3 (SP), sebagian pemakai Windows mulai bertanya-tanya apakah SP3 akan pernah diluncurkan. Jeff Centimano, konsultan yang berbasis di Missouri mengatakan bahwa beberapa administrator mulai resah setelah mendengar kabar bahwa Microsoft akan meluncurkan SP3 di pertengahan pertama tahun 2008, diundur dari rencana sebelumnya.
Keterlambatan ini mengakibatkan SP3 hanya akan diluncurkan beberapa bulan sebelum Microsoft menghentikan dukungan untuk Windows XP pada awal tahun 2009 dan Centimano khawatir bila Microsoft akan membatalkan SP3. Hal ini sudah pernah terjadi dengan dibatalkannya SP untuk Windows 2000. Pada akhir tahun 2004, Microsoft membatalkan rencana SP5 untuk Windows 2000 Server dan memilih untuk mengeluarkan sebuah “update rollup” untuk mengatasi masalah-masalah sekuriti yang tersisa.
Para administrator Windows XP akan kesulitas apabila SP3 sampai dibatalkan. “Sebuah service pack telah memiliki seluruh update yang ada dan telah dicoba secara menyeluruh dan dipaketkan menjadi satu,” jelas Ethan Allen yang bekerja di bagian quality assurance di sebuah perusahaan teknolgi di Seattle. “Apabila anda menginstalasikan 500 upgrade satu per satu, suatu saat anda akan mendapatkan masalah karena mereka tidak dicoba sebagai satu paket.
Michael Cherry, seorang analis yang banyak tahu tentang Microsoft setuju bahwa Microsoft bisa saja membatalkan XP SP3. “Microsoft tidak diwajibkan untuk mengeluarkan service pack apapun, terlebih lagi, mereka merasa update-update dapat didapatkan lewat fitur auto update Microsoft tanpa memerlukan sebuah service pack.”
Beberapa orang merasa Microsoft melakukan ini untuk alasan finansial karena Microsoft tidak menginginkan tambahan baru untuk XP agar para pemakai cepat bermigrasi ke Vista. Walaupun peluncuran Vista diundur hingga 2007, Microsoft akan memberikan kupon upgrade Windows Vista untuk pembeli yang membeli XP di antara tanggal 26 Oktober hingga 15 Maret.